Disudut jalan ku terpuruk sendiri.
Tak dapat kupungkiri.
Seperti hidup sendiri.
Di alam yg liar ini.
Tak ada yg mau menemani.
Hati bersenandung dengan luka hati.
Kepedihan yg selalu menyatu di hati.
Ku pelihara luka ini.
Ku basuh setulus hati.
Tapi, belum ada yg mengobati.
Aku tersenyum dengan semua ini.
Kau tau aku tak mengerti.
Dan akan terus ku jalani.
Tak peduli berapa banyak nestapa datang silih berganti.

0 komentar:
Posting Komentar