Biarlah tangan ini terus menulis,
Selama dia masih mampu.
Biarlah aku seorang penulis sajak amatir berkarya.
Bukan pujangga juga penyair.
Bukan juga chairil anwar atau W.S rendra.
Aku hanya aku dengan beribu imaji.
Yang menggoreskan apa yg ku rasakan.
Yang tak tersampaikan oleh kata – kata.
Dan berakhir di sajak ini.
Aku dan sajak – sajak butaku.
Buta karena aku hanya seorang amatiran.
Yang juga ingin seperti mereka yg karyanya di kenang.
Dan kalian yg tertawa membaca sajakku.
Dan aku yg tak akan pernah berhenti untuk selalu menulis.

0 komentar:
Posting Komentar