Senin, 06 Februari 2012

Masih tentang Mr.D

Apa kabar dirimu yang di sana?
Sudahkah kau bahagia bersamanya, wanita yang kau pilih.
Aku turut bahagia, atas dirimu dan dirinya yang kini menjadi sepasang kekasih.
Terlukis rona kebahagian di wajahmu.
Rona cinta mungkin?
Tapi, entahlah aku sekarang tidak tahu apa pun tentang dirimu.
Yang aku tau, aku masih tidak bisa melupakanmu dan cinta itu.
Luka yang sabar ku balut setiap hari, kini semakin perih tak terhingga
Air Laut itu telah membasuh lukaku yang belum sembuh sempurna.
Mungkin hanya waktu dan keikhlasan hatiku yang bisa mengobatinya.
Ikhlas? Sebuah kata kamuflase sempurna untuk mentupi betapa rapuhnya hatiku
Tapi, apa hati kecil ini bisa berbohong?
Aku coba untuk mengindari mu di dunia nyata.
Tapi apa daya, bayanganmu selalu hadir dalam mimpiku.
Mimpi – mimpi yang hadir membuatku terjaga dan gelisah.
Kau tau apa yang ada di benakku kala itu?
Apakah mungkin kau merindukanku?
Apa mungkin aku juga ada di dalam mimpimu, seperti yang ku alami.
Atau mungkin hanya anganku saja yang tak bisa melupakanmu, dan selalu menghadirkanmu bayanganmu dalam mimpiku.
Entahlah sampai kapan aku bisa bertahan dengan cinta dan luka ini.

Untuk Cinta

Yang terbaik dan terindah dalam hidupku
Hanya satu, aku mencintaimu itu saja

Kau tau, aku masih tersesat dalam labirin hatimu.
Mencari dari pintu ke pintu dalam hatimu.
Adakah sisa ruang kosong, yang aku bisa singgahi?

Dalam doaku di seperempat malam.
Aku hanya pinta bahagiamu.
Semoga ada waktu dan lembar cerita untuk kita.
Ya kita, aku dan kamu.

Mencintaimu, itu sudah pilihan hatiku
Biar ku tanggung semuanya.
Apakah akan ku reguk kebahagian.
Ataukah ku biarkan luka menhgujam perlahan.

Sungguh jangan tanyakan mengapa aku mencintaimu.
Tanyakan saja pada harapan dan rindu yang menjalar ini.
Ku yakin kaulah tuan dari segala kegelisahanku.

Tatap mataku, akan kau temukan kesempurnaan dirimu di sana.
Akan kau tau, betapa aku menginginkanmu.