Apa kabar dirimu yang di sana?
Sudahkah kau bahagia bersamanya, wanita yang kau pilih.
Aku turut bahagia, atas dirimu dan dirinya yang kini menjadi sepasang kekasih.
Terlukis rona kebahagian di wajahmu.
Rona cinta mungkin?
Tapi, entahlah aku sekarang tidak tahu apa pun tentang dirimu.
Yang aku tau, aku masih tidak bisa melupakanmu dan cinta itu.
Luka yang sabar ku balut setiap hari, kini semakin perih tak terhingga
Air Laut itu telah membasuh lukaku yang belum sembuh sempurna.
Mungkin hanya waktu dan keikhlasan hatiku yang bisa mengobatinya.
Ikhlas? Sebuah kata kamuflase sempurna untuk mentupi betapa rapuhnya hatiku
Tapi, apa hati kecil ini bisa berbohong?
Aku coba untuk mengindari mu di dunia nyata.
Tapi apa daya, bayanganmu selalu hadir dalam mimpiku.
Mimpi – mimpi yang hadir membuatku terjaga dan gelisah.
Kau tau apa yang ada di benakku kala itu?
Apakah mungkin kau merindukanku?
Apa mungkin aku juga ada di dalam mimpimu, seperti yang ku alami.
Atau mungkin hanya anganku saja yang tak bisa melupakanmu, dan selalu menghadirkanmu bayanganmu dalam mimpiku.
Entahlah sampai kapan aku bisa bertahan dengan cinta dan luka ini.
